
LONDON - Para pengamat memprediksi dalam dua tahun ke depan web akan kehabisan alamat IP. Itu sebabnya mereka menyarankan para pelaku bisnis harus segera mengupgrade protokol internet mereka ke IPv6, yaitu versi terbaru protokol sistem pengalamatan internet yang meningkatkan ketersediaan jumlah alamat web.
Sebuah survei yang di lakukan oleh Komisi Eropa menemukan bahwa beberapa perusahaan kini tengah bersiap untuk beralih dari protokol sistem pengalamatan sekarang, yaitu IPv4 ke IPv6.
Protokol IPv4 dan IPv6 merupakan sebuah sistem dimana alamat web diciptakan dan dirancang. Setiap website memiliki alamat IP unik yang diwakili oleh serangkaian nomor.
Bedanya, IPv4 memiliki sistem pengalamatan 32 bit. Dengan itu, IPv4 dapat menciptakan sekira 4,3 miliar alamat web yang unik. Sementara IPv6 memiliki kapasitas empat kali lipat dari IPv4. Dengan sistem pengalamatan 128 bit, protokol IPv6 mampu lebih banyak alamat web dari IPv4.
"Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, internet menjadi kebutuhan yang sangat penting di seluruh dunia dari berbagai perspektif sosial ekonomi," kata Information Society and Media Directorate-General Komisi Eropa Detlef Eckert seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (3/11/2009).
"Dengan semua perangkat terkoneksi dengan internet yang kompatibel dengan IPv6 kita bsia terus terhubung dan merasa aman. Terutama dalam hal pertumbuhan internet dan ekonomi digital global berkelanjutan," tambahnya.
Survei Komisi Eropa menyebutkan, dari 610 lembaga pemerintahan, pendidikan, dan organisasi di Eropa, Timur Tengah dan Asia hanya 17 persen yang telah mengupgrade protokol mereka ke IPv6.
Komisi Eropa sejak dini telah memperingatkan bahwa pembaharuan protokol tepat waktu sangat penting bagi pertumbuhan dan stabilitas internet.








