Aksara Non-Latin di Internet, Picu Kejahatan Cyber

SAN FRANSISCO - Kebijakan baru yang dilayangkan asosiasi pengawas domain internet dunia, ICANN diprediksi malah akan memicu maraknya kejahatan internet.

Hal ini disampaikan oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA), seperti dikutip melalui V3, Selasa (3/11/2009). Menurut ISACA, penggunaan karakter selain huruf latin mampu mengecoh para pengguna internet. Pasalnya, bisa saja sang penjahat cyber menggunakan ketidaktahuan bahasa pengguna dalam menjerat korban.

"Huruf selain latin memang tidak begitu mudah dimengerti. Bahkan pengguna internet akan kesulitan untuk menerjemahkan 'jangan klik email atau link yang dimaksud'," ujar anggota ISACA Peter Wood.

Selain itu, lanjut Wood yang juga memiliki perusahaan keamanan jaringan First base Technology, penggunaan karakter bahasa yang aneh juga dapat digunakan oleh penjahat cyber untuk mendaftarkan alamat domain dengan karakter huruf yang berbeda, selain latin.

"Akibat kebijakan tersebut, banyak orang yang harus mengetikkan alamat langsung ke browser untuk mendatangi situs yang dituju, atau langsung mendatangi alamat IP mereka," papar Wood.

Kritik ini langsung dilayangkan para anggota ISACA beberapa hari setelah ICANN menyetujui penggunaan huruf dan karakter selain latin untuk penulisan nama domain URL.