JAKARTA - Sebagian jamaah haji akan tinggal lebih lama satu hingga dua hari di tanah suci untuk bisa pulang ke Tanah Air. Penyebabnya adalah sebanyak 24 penerbangan terpaksa ditunda terkait perubahan izin.
"Penerbangan dari Jeddah ke Indonesia kemungkinan ada kemunduran 4 sampai dengan 24 jam. Hal ini mungkin disebabkan karena penerbangan yang padat di sana," kata Menteri Agama Suryadharma Ali di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (13/11/2009).
Oleh karenanya, sekira sembilan ribu jamaah akan tetap tinggal di pemondokan sebelum diberangkatkan ke Jeddah. "Mereka tetap tinggal di pemondokan masing-masing," kata mantan Menkop UKM ini.
Hal yang menggembirakan, tambah SDA, Departemen Agama tidak harus mengeluarkan biaya tambahan atas keterlambatan ini. Pasalnya, pemondokan yang disewa oleh panitia dihitung dalam satuan paket, sehingga tidak ada permasalahan jika harus menambah satu atau dua hari.
Selain itu, Depag juga tidak akan memberikan living cost tambahan kepada jamaah yang lebih lama tinggal di Mekkah ini. "Kami sudah memberikan living cost sebesar 1.500 real. Itu sudah lebih dari cukup," tandasnya.
Hal sebaliknya dialami jamaah haji gelombang kedua yang berangkat ke tanah suci. Mereka harus berangkat lebih awal dari jadwal semula.
Perubahan izin mendarat yang diberlakukan oleh pihak berwenang di Bandara King Abdul Aziz Jeddah mengakibatkan jamaah harus berangkat 3 sampai 18 jam lebih awal.
"Ini juga tidak masalah karena jamaah sudah berada di asrama haji 24 jam sebelum jadwal pemberangkatan (semula)," pungkas SDA.









