BANDUNG - Hari ini, Abda Dzikri (24), perakit bom korek api di Kampung Cipanawar, Kelurahan Cipageran, Cimahi Utara, Jawa Barat akan diperiksa tim psikiater. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan kondisi kejiwaan pelaku.

"Saya memang sudah diminta memeriksa dia (pelaku). Tapi saat itu, saya sedang ada di Manado. Rencananya hari ini saya mau ke tempat dia (RS Sartika Asih), kata Kepala Psikiatri RS Hasan Sadikin Bandung," dr Tedy Hidayat, kepada okezone di Cimahi, Sabtu (7/11/2009).

Tedy mengaku belum bisa memastikan motif pelaku merakit bom korek api. Namun, kata dia, kemungkinan pengaruh tayangan televisi dan bacaan terkait bom bisa saja membuat pelaku terobsesi membuat bom.

"Saya belum bisa memastikan motif pelaku merakit bom. Pertama, karena saya belum memeriksa dia. Namun bisa saja motifnya karena pelaku tertekan, atau mungkin pengaruh tayangan televisi dan bacaan terkait bom," ujar Tedy.

Pemeriksaan sendiri, kata Tedy, rencananya akan melibatkan sejumlah dokter, di antaranya dokter bedah dan ahli jiwa. "Nanti akan ada tim yang di antaranya terdiri atas dokter bedah dan psikiater. Namun saya belum bisa memastikan jumlahnya," kata Tedy.

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri pada Kamis, 4 November lalu, menemukan buku yang berisi cara merakit bom pascaledakan di rumah Abda Dzikri (24) di Kampung Cipanawar RT 1/9, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat.