"DPR Menjadi Anak Durhaka Reformasi"

JAKARTA - Hujan pujian dari para wakil rakyat kepada jajaran Kepolisian dalam rapat kerja membahas kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, pada Kamis, 5 November lalu, mendapat reaksi keras dari para sosiolog.

Mereka menilai sikap di atas tidak layak dilakukan. Tidak semestinya Komisi III memberikan panggung kepada Polri. "Mereka (DPR) menjadi anak durhaka reformasi," kata Sosiolog Thamrin Amal Tomagola di Warung Daun, Jalan Pakubuwono X, Jakarta, Sabtu (7/11/2009).

Lebih lanjut Thamrin menambahkan bahwa sikap di atas sungguh menyakiti perasaan masyarakat serta bertentangan dengan harapan publik. Oleh karena itu, kepercayaan publik terhadap DPR juga diprediksi bakal semakin menurun.

Seperti diketahui, anggota Komisi III terlihat menunjukkan keberpihakannya kepada Polri saat rapat kerja di DPR. Beberapa kali anggota Komisi III memberikan applaus kepada Komjen Susno Duadji dan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Bahkan, perwakilan Fraksi Golkar meminta agar Kapolri tetap mempertahankan Susno sebagai Kabareskrim.

Di sisi lain, sikap kritis terhadap penjelasan Kapolri mengenai kasus Bibit dan Chandra terlihat sangat kurang porsinya. "DPR tidak kritis juga karena mungkin minimnya background information anggota DPR mengenai kasus Bibit dan Chandra," tukasnya.