BANDUNG - Prajurit TNI dituntut mampu berpikir kritis, sistematis dan inovatif karena dihadapkan pada wilayah Indonesia yang strategis dan kaya. Kondisi tersebut memungkinkan Indonesia menjadi sasaran empuk negara tertentu.

Demikian disampaikan KSAD Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo saat memberikan sambutan pada acara penutupan Pendidikan Reguler ke XLVII Seskoad TA 2009, di Gedung A Yani Seskoad Jalan Martanegara, Kamis (5/11/2009).

"Berbagai kelemahan, kekurangan, maupun keterbatasan bangsa dijadikan entry point negara asing untuk mengimplementasikan recana strategisnya," kata Agustadi kepada wartawan.

Selain itu, kata dia, rendahya daya saing, kurangnya kualitas SDM dan tidak maksimalnya pelaksanaan disiplin, meyebabkan berbagai kelemahan tersebut menjadi cikal bakal retaknya sendi-sendi kehidupan.

"Ini juga diperparah dengan kuatya tekanan kepentingan politik praktis beberapa komponen bangsa," tukas Agustadi.