120 Jam Terlama dalam Hidup Bibit

JAKARTA - Malam ini bisa jadi akan terus melekat dalam ingatan Bibit Samad Rianto. Drama penahanan selama kurang lebih 120 jam-dia ditahan sejak 29 Oktober malam bersama koleganya Chandra M Hamzah-yang dilakukan polisi terhadap dirinya berakhir. Meskipun, mungkin hanya sementara sembari menunggu proses hukum selanjutnya.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif itu diizinkan keluar penjara setelah permohonan penangguhan penahanannya disetujui oleh Kapolri. Penangguhan ini, kata Ery Riyana Hardjapamekas-yang juga mantan pimpinan KPK, adalah hadiah ulang tahun indah buat Bibit.

Ya, mantan perwira tinggi Polri itu tengah merayakan ulang tahunnya ke-64. Bibit lahir di Kediri, Jawa Timur, 3 November 1945. Dengan demikian, setengah hari ini, Bibit merayakan ulang tahunnya di penjara. Barangkali tanpa ritual meniup lilin dan peluk hangat dari keluarga.

Sejarah bangsa ini mencatat tahun dimana Bibit dilahirkan sebagai masa revolusi melawan penjajahan kolonial Belanda. Sejak Soekarno membacakan teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945, kekuatan Belanda dengan sekuat tenaga mencoba bertahan dan menancapkan kembali kekuatannya. Upaya ini mencapai klimaks dalam peperangan hebat 10 November 1945 atau seminggu sesudah Bibit lahir ke dunia.

Mirip dengan sejarah heroik itu, perjuangan Bibit dan rekan-rekannya untuk menumpas praktik korupsi tampaknya juga masih panjang. Paling tidak, Bibit masih harus mengikuti proses penyidikan kasusnya dalam beberapa hari ke depan. Sementara, koleganya di KPK berjuang melawan serangan balik koruptor dan upaya sistematis pelemahan lembaga antikorupsi itu.

"Ini hadiah ulang tahun Pak Bibit. Tetapi, persoalan masih panjang, banyak urusan di belakang ini," kata Ery Riyana saat menjemput kedatangan Bibit di Badan Reserse dan Kriminal Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2009) malam.

Ery tak sendirian. Dia turut bersama tokoh nasional Emil Salim. Keduanya kompak mengikatkan pita hitam di lengan kiri. Hitam tanda berduka, kiri lambang perlawanan. Perjuangan memang masih penjang.