
UNTUK menghilangkan kebiasaan merokok, berbagai cara pengobatan dan terapi bisa dicoba. Salah satunya adalah dengan farmakoterapi.
Terapi tersebut dilakukan dengan bantuan yang tidak mengandung nikotin, yaitu Varenicline. Obat ini menekan gejala adiksi nikotin saat seseorang berhenti merokok, sekaligus menghilangkan rasa nyaman dan tenang karena rokok. Umumnya dapat ditoleransi dengan baik dengan efek samping yang paling sering adalah rasa mual, di mana efek samping yang terjadi adalah wajar dan mudah diatasi.
Terapi farmakologi, efektif membantu berhenti merokok 4 kali lebih efektif dibandingkan dengan tanpa obat. Keamanan dan toleransi pun baik. Cara kerjanya dengan memblokir siklus adiktif nikotin, serta membantu mengurangi gejala putus nikotin yang hebat akibat berhenti merokok (seperti konsentrasi turun, suasana hati yang buruk, pusing, tidak nyaman, rasa ketagihan).
"Dengan terapi ini, juga membantu menghilangkan rasa nikmat yang diperoleh dari rokok," ucap ahli paru dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, Dr Ahmad Hudoyo SpP (K).
Dijelaskan olehnya, dosis penggunaan pada hari 1-3 adalah 0,5 mg sekali sehari, hari 4-7: 0,5 mg dua kali sehari dan pada hari 8-akhir pengobatan (minggu ke 12): 1 mg sekali sehari.
"Perokok dapat menghubungi dokter umum atau dokter Spesialis Paru di rumah sakit atau klinik berhenti merokok di RS Persahabatan untuk mendapatkan bantuan terapi dengan Varenicline tartrate," ujarnya.








