Armani Siapkan Pengganti

DALAM dunia mode, khususnya fashion house, keberadaan seorang direktur artistik sebagai leading designer sangatlah krusial.

Pasalnya, sang desainer akan menjadi perumus tren yang akan membawa brand menuju kejayaan atau malah terperosok dalam celaan. Karena itu, topik mengenai suksesor alias pengganti seorang desainer yang namanya telah lekat dengan brand tertentu selalu menjadi topik yang hangat dibicarakan.

Gucci yang dulu identik dengan Tom Ford kini berubah haluan menjadi lebih muda dan hippy berkat sentuhan tangan dingin Frida Giannini, Versace menjadi brand yang lekat dengan selebriti setelah berada di tangan Donatella Versace yang menggantikan kakaknya, Gianni.

Rumah mode Valentino tidak sukses di tangan Alessandra Fachinetti yang kemudian mundur setelah bertahan selama dua musim dan digantikan inhouse designers. Tahu benar akan kondisi tersebut.

King Giorgio yang menjadi direktur artistik untuk Giorgio Armani, Emporio Armani, Armani Prive, dan Armani Exchange, pun mengatakan dirinya sedang mempersiapkan pengganti untuk melanjutkan kerajaan modenya. Keputusan tersebut diambilnya setelah Armani menderita hepatitis dan dirawat di rumah sakit selama beberapa hari menyusul jadwal pekerjaan yang terlalu padat.

"Saya telah mempersiapkan staf untuk melanjutkan pekerjaan saya," ujar desainer yang kini berusia 75 tahun tersebut.

"Saya sadar, saya tidaklah abadi. Akan ada masa tertentu saat kita harus menyerahkan segalanya," tutur pria yang kerap berbusana serbahitam ini.

Di industri mode, Armani bukanlah nama kecil. Brand Giorgio Armani merupakan yang terbesar di Italia dan berkat gaya bisnisnya yang flamboyan namun tegas, Armani berhasil meraih apresiasi global dengan jaringan butik dan flagship store di kota-kota besar di seluruh dunia.

Namun, Armani rupanya menyadari bahwa dirinya tidak lagi muda kendati pun semangatnya tetap meluap. Buktinya, sejak keluar dari rumah sakit, Armani langsung mengubah manajemen perusahaan dan mendelegasikan sebagian pekerjaannya untuk meringankan tanggung jawabnya di perusahaan sehingga dia bisa lebih memfokuskan diri pada kesehatannya.

Adapun dari sisi bisnis, Armani Group pun tidak kebal terhadap krisis yang melanda dunia selama setahun terakhir. Deputy General Manager Giorgio Armani John Hooks menyatakan, penjualan Armani memang menurun, tetapi perusahaan tetap bertahan berkat lini aksesori dan parfum yang terus bertahan.

"Dengan fakta itu, saya bisa menyebutkan bahwa Armani akan tetap berjalan dengan kecepatan yang sama tahun depan. Kami tetap akan membuka 50 toko baru pada 2010," ujarnya.

Baru-baru ini, Armani membuka toko baru di Moskow. Hooks menyebutkan bahwa Rusia merupakan pasar yang besar untuk produk mewah dan telah membuktikan ketahanannya terhadap krisis.

"Penjualan tahunan Armani di Rusia tetap berada di kisaran 5 persen kendati saat krisis terjadi. Itu menunjukkan bahwa animo konsumen di Rusia tetap setia, terlebih mempertimbangkan pasar Amerika dan Eropa yang sangat terpukul," tuturnya.

Selain itu, mendukung perolehan keuntungan,Armani sekali lagi mengawinkan fashion dan teknologi dengan meluncurkan ecommerce fashion.

Para pengguna iPhone, Blackberry, Android, dan pengguna ponsel high-end bisa langsung berbelanja koleksi terbaru Emporio Armani secara online, langsung dari ponsel mereka. Platform e-commerce tersebut akan diluncurkan pada 25 November mendatang secara serentak di seluruh dunia.