
JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk, menggandeng Bank Jabar Banten dan Bank Syariah Bukopin memberikan pembiayaan secara sindikasi dan club deal kepada PT Panghegar Kana Properti untuk pembangunan Apartemen Grand Royal Panghegar di Bandung dengan total pembiayaan sebesar Rp120 miliar.
"Bank Bukopin selain sebagai Bank Partisipasi, juga bertindak sebagai Arranger dan Agen Kredit Sindikasi dan Club Deal dalam pembiayaan kredit tersebut," ujar Direktur Komersial Bank Bukopin, Mikrowa Kirana, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Sabtu (7/11/2009).
Adapun total kebutuhan dana untuk proyek tersebut yang mencapai Rp478 miliar. Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk kredit modal kerja pembangunan Apartemen Grand Royal Panghegar.
PT Bank Bukopin Tbk yang menjadi arranger dan lead pada kredit sindikasi dan club deal ini memberikan pembiayaan sebesar Rp55 miliar, diikuti dengan PT BPD Jabar dan Banten dengan porsi pembiayaan sebesar Rp50 miliar. Sementara PT Bank Syariah Bukopin memberikan line facility secara syariah sebesar Rp15 miliar untuk pengadaan beberapa peralatan apartemen yang dibangun. PT. Bank Bukopin, Tbk juga ditunjuk sebagai Agen Fasilitas dan Agen Jaminan pada kredit sindikasi dan club deal ini. Mikrowa Kirana menambahkan bahwa pembiayaan melalui sindikasi dan club deal seperti ini merupakan salah satu strategi dari bank untuk melakukan mitigasi risiko dari proyek yang dibiayai.
Pembangunan Grand Royal Panghegar sendiri kini telah memasuki pembangunan lantai podium, mulai dari mempercantik area lobby dan merubah tampilan eksteriornya sampai podium yang memasuki pengecoran lantai 2. Sedangkan area basement yang terdiri
dari 3 lantai ke bawah tanah hampir keseluruhannya sudah selesai.
Dijadwalkan, area podium dan comercial area sudah dapat diserahterimakan tanggal 30 April 2010
sekaligus Toppping Off Tower Condotel yang terdiri dari 20 lantai, ujar Direktur Utama PT Panghegar Kana, Rostinah Ruhiyat.
Dari sisi pemasaran, penjualan condotel sebanyak 220 unit sudah habis terjual, sedangkan executive condotelnya hanya tersisa 7 unit saja dari 44 unit yang tersedia. Kedua jenis ini memang laku keras karena bersifat investasi. Kini kita mulai memasuki
tahapan pemasaran residensial atau apartement serta area commercial yang terdiri dari Fashion & Boutique (sewa), Cafe & Resto (sewa) serta area perkantoran (jual). Pembangunan proyek ini sudah dilaksanakan sejak bulan November tahun 2008 dan proyek ditargetkan selesai dan siap beroperasi secara komersial untuk condotel pada bulan November 2010 dan untuk residensial pada bulan Mei 2011
Kami berharap kerjasama pembiayaan konvensional dan syariah yang diberikan oleh Bank peserta sindikasi dan club deal ini dapat menjadi alternatif sinergi antara bank konvensional dan syariah dalam pembiayaan proyek " proyek lain, tutup Mikrowa.(adn)








