Pemerintah Sasar Negara Donor Baru

CIPANAS - Pemerintah berniat menyasar negara-negara ekonomi potensial sebagai sumber pinjaman utang luar negeri. Ini dimungkinkan menyusul kesulitan likuditas lembaga/negara donor konvensional dalam memenuhi kebutuhan pendanaan negara-negara dunia.

"Presiden telah menyampaikan agar Bappenas bisa mencarikan terobosan sumber-sumber pendanaan baru yang possible," ujar Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Salsia Alisyahbana kepada wartawan di Cipanas, Puncak, Jawa Barat, Jumat (6/11/2009).

Beberapa negara yang masuk daftar calon donor yang akan disasar antara lain seperti negara-negara Timur Tengah, Asia Timur seperti Korea Selatan, Eropa Timur, dan Amerika Latin. "Sekali lagi, yang possible sebetulnya sebagai sumber pembiayaan alternatif," jelasnya.

Pemerintah selama ini masih menggantungkan pemenuhan sebagian pendanaan defisit belanjanya melalui kebijakan utang luar negeri, selain dari lembaga-lembaga multilateral seperti Bank Dunia dan ADB, juga ditarik dari pinjaman bilateral negara-negara di dunia seperti Jepang, Inggris, dan Perancis.

Meski masih bergantung pada pembiayaan utang luar negeri, pemerintah terus memangkasnya menjadi sekira 30 persen PDB saat ini. Sebaliknya, pemerintah lebih banyak memperluas pendanaan dari penerbitan obligasi/surat utang negara.