
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin tidak bisa pertahankan penguatannya pada penutupan perdagangan sore ini. Setelah sejak siang tadi IHSG ditutup melemah tipis, sekarang malah ambrol terseret bursa Asia.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/11/2009) sore, indeks anjlok 37,53 poin atau setara 1,58 persen ke level 2.334,11. Indeks LQ45 juga jeblok 8,55 poin ke posisi 457,16 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) melemah 6,73 poin ke posisi 377,19.
Nilai perdagangan pun ditutup hanya sebanyak 3,8 miliar lembar saham senilai Rp2,78 triliun. Terdapat 49 saham yang menguat, 155 saham melemah, dan 47 saham diam di tempat alias stagnan.
Pelemahan IHSG kali ini karena saham-saham di berbagai sektor kompak bergerak di jalur merah. Di mana pelemahan tertinggi dipimpin di sektor pertambangan sebesar 69,4 poin.
Selain itu bursa Asia juga tercatat ambruk, yakni indeks Nikkei 225 melemah 231,79 poin ke posisi 9.802,95, indeks Hang Seng menurun 380,13 menjadi 21.240,06, dan indeks Strait Times turun 21,78 ke 2.623,65.
Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp800 ke posisi Rp30.250, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) terkoreksi Rp750 ke posisi Rp3.000, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp400 ke Rp10.300, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) melemah Rp300 ke Rp14.550, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp250 menjadi Rp14.550.
Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) menguat Rp2.000 ke level Rp134.000, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) menanjak Rp600 ke posisi Rp9.100, PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk (BTPN) naik Rp250 ke Rp3.300, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp100 menjadi Rp15.550.








