
JAKARTA - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) mengungkapkan pabrik semen yang baru diakuisisi sudah tuntas pada pertengahan tahun ini, Holcim Malaysia Sdm Bhd dipersiapkan untuk mensuplai pasar Indonesia di Sumatera bagian utara dan Kalimantan bagian barat.
Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Corporate Communications Manager SMCB Budi Primawan saat bertemu wartawan di Menara Jamsostek, Jakarta, Selasa (3/11/2009).
"Holcim Malaysia kapasitasnya 1,5 juta ton, baru kita akuisisi pertengahan tahun ini. Potensinya untuk di domestik, dan pasar Sumetera bagian utara dan Kalimantan bagian barat," jelasnya.
Diakuinya, Sumatera memang sudah mempunyai pasar sendiri, hanya saja dengan adanya Holcim Malaysia, pasar tersebut bisa lebih diintensifkan. "Karena infrastruktur dan perumahan di sana bagus," jelasnya.
Akan tetapi, lebih jauh dia menjelaskan, jika total produksi Holcim Malaysia yang sebesar 1,5 juta ton tersebut hanyalah dipasarkan di Johor saja. Di negara bagian itu, pangsa pasar Holcim Malaysia cukup bagus, sekira 30 persen saja. "Kita akan fokuskan dulu di Johor, baru setelah itu kita bawa keluar," imbuhnya.
Pendanaan untuk akuisisi 100 persen saham Holcim Malaysia ini didapatkan perseroan dari sindikasi perbankan dan induknya, Holdervin BV Ltd (anak usaha Holcim Ltd). "Sudah selesai financing-nya, yakni sejumlah Rp1 triliun," katanya.
Dia menjelaskan, jika dana untuk akuisisi tersebut adalah bernilai Rp500-600 miliar atau setara dengan USD50-60 juta. Selanjutnya, jika sisa dana dari pinjaman tersebut akan perseroan gunakan untuk melakukan refinancing utang dolarnya.
Budi menuturkan, jika pihaknya merasa sangat berhati-hati atas adanya utang dalam mata uang dolar Amerika. Untuk itu, pihaknya ingin mengonversi seluruh utang perseroan ke mata uang rupiah. Pasalnya, perseroan selalu mengalami kerugian akibat rugi kurs. Per kuartal III-2009, tercatat sisa utang yang dimiliki perseroan sebesar Rp1,89 triliun.
"Pada kuartal III-2009, rugi valasnya memang merendah, tapi kita tidak akan membiarkannya saja. Saat ini rupiah sudah melemah," paparnya.








